Jumat, 18 Maret 2016

Pengertian Squid Proxy Server pada Linux

Sebelum masuk pada pembahasan inti ada baiknya jika kita lebih pahami dulu apa itu proxy server??nah proxy adalah sebuah fungsi atau bertugas yang dijalankan suatu perangkat jaringan, ini biasanya sebagai perantara antara client dan server. Pada dasarnya ada beberapa jenis proxy, yaitu : web proxy, irc proxy dan lain-lain. 

Proxy adalah sebuah fungsi/tugas yang dijalankan suatu perangkat jaringan, biasanya sebagai perantara antara client dan server. Lebih ditujukan untuk mengatur akses client ke server. jadi Proxy berarti fungsi.
Ada beberapa jenis proxy, ada web proxy, ada irc proxy dan lain-lain.
Sedangkan squid, adalah sebuah software yang dapat menjalankan fungsi squid di mesin Linux (umumnya), kalo di mesin windows yang dapat menjalankan fungsi proxy contohnya freeproxy, wingate, winroute, winproxy, dll.

Proxy server adalah komputer server dan/atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya, fungsinya untuk melakukan request terhadap content/halaman/objek dari Internet atau intranet.
Proxy Server bertindak sebagai gateway ke dunia Internet untuk setiap komputer klien, Proxy server tidak terlihat (software) oleh komputer klien. Jadi jika seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server dia tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request/permintaan content/halaman/objek yang dilakukannya. Web server (website server) yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari proxy server.

Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki fungsi yang lebih banyak daripada router yang memiliki fitur packet filtering, karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server-pun juga bisa berfungsi sebagai sebuah “satpam/security” untuk sebuah jaringan pribadi yang umum dikenal sebagai firewall.
Sedangkan Squid adalah sebuah aplikasi server yang stabil dengan performance yang tinggi, selain juga free alias gratis karena open source software, dan juga merupakan aplikasi web proxy yang fleksibel untuk digunakan sebagai web cache.

Secara umum fungsi atau kegunaan Squid dapat dibagi ke dalam dua fungsi penting, yaitu:
Pertama, Squid server menerima permintaan-permintaan halaman (object) web dari client dan mengambilkan halaman (object) web untuk diberikan kepada client. Oleh karena itulah Squid berlaku sebagai Proxy.

Kedua, Squid server menyimpan dan memberikan halaman-halaman (objects) web yang diminta client dari media penyimpanan lokal (local disc) setelah suatu permintaan yang pertama kali terhadap halaman (object) web terpenuhi, sehingga permintaan yang sama terhadap halaman web tersebut berikutnya tidak perlu diambil secara langsung ke website server melainkan dapat diambil dari halaman (object) web yang telah tersimpan di local disk. Hal inilah yang sering disebut dengan fungsi “caching” dan disebut web cache.
Jadi…Proxy adalah sebuah fungsi, sedangkan squid adalah software yang menjalankan fungsi proxy.
Setelah memahami proxy, sekarang kita kenal dulu proxy server. proxy server merupakan komputer server dan atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya, berfungsi untuk melakukan request/meminta terhadap content/halaman/objek dari Internet maupun intranet. Proxy Server bertindak sebagai gateway ke dunia Internet untuk setiap komputer klien, jadi proxy server ini tidak terlihat (software) oleh komputer klien. Jika seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server dia tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request/permintaan content/halaman/objek yang dilakukannya. Maka web server yang menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan langsung dari proxy server. Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang dihubungkan ke sebuah jaringan publik (internet). jadi proxy server memiliki fungsi yang lebih banyak daripada router yang memiliki fitur packet filtering, dikarena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Fungsi lain proxy server-pun juga bisa digunakan sebagai sebuah security untuk sebuah jaringan pribadi yang umum dikenal sebagai firewall.

Gimana sudah jelas kan pengertian tentang proxy server???selanjutnya apa itu squid???Sedangkan squid merupakan sebuah software yang dapat menjalankan fungsi squid di mesin Linux, jika disistem windows yang dapat menjalankan fungsi proxy sebagai contohnya adalah winroute, winproxy, freeproxy, wingate dll. Squid merupakan sebuah aplikasi server yang stabil dengan performance yang tinggi, juga free alias gratis karena open source software, dan merupakan aplikasi web proxy yang fleksibel untuk digunakan sebagai web cache. Secara umum fungsi atau kegunaan Squid dapat dibagi ke dalam dua fungsi penting, yaitu:
  • Pertama, Squid server menerima permintaan-permintaan halaman (object) web dari client dan mengambilkan halaman (object) web untuk diberikan kepada client. Oleh karena itulah Squid berlaku sebagai Proxy.
  • Kedua, Squid server menyimpan dan memberikan halaman-halaman (objects) web yang diminta client dari media penyimpanan lokal (local disc) setelah suatu permintaan yang pertama kali terhadap halaman (object) web terpenuhi, sehingga permintaan yang sama terhadap halaman web tersebut berikutnya tidak perlu diambil secara langsung ke website server melainkan dapat diambil dari halaman (object) web yang telah tersimpan di local disk. Inilah yang sering disebut dengan fungsi “caching” dan disebut web cache.
Jadi pada intinya proxy adalah sebuah fungsi, sedangkan squid adalah software yang menjalankan fungsi proxy itu sendiri.

Pengertian NFS Server

Sistem berkas jaringan (Inggris: network file system disingkat NFS) adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Spesifikasi NFS didefinisikan dalam RFC 1094, dan saat ini telah mencapai versi 3 yang didefinisikan dalam RFC 1813.
NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.



Keuntungan dari NFS
Penggunaan NFS tentunya membawa keuntungan bagi organisasi yang mengimplementasikannya , diantaranya :
  • Workstation lokal dapat menggunakan space storage yang lebih sedikit karena data yang sering diakses oleh banyak orang  atau yang memakan banyak space dapat disimpan dalam NFS Server dan tetap dapat diakses oleh banyak orang.
  • Tidak perlu dibuat direktori Home yang terpisah ditiap workstation. Direktori Home untuk setiap user dapat dibuat di NFS Server dan tiap user dapat mengaksesnya melalui jaringan.
  • Penggunaan NFS memungkinkan manajemen yang tersentralisasi. Manajemen yang tersentralisasi ini dapat mengurangi pekerjaan administrator dalam melakukan back-up  dan menambahkan software yang digunakan banyak orang .
Kelemahan NFS
NFS juga memiliki beberapa kelemahan , khususnya dalam hal performa dan keamanan. Sebagai File System yang berbasiskan Network , NFS sangat sensitif terhadap kepadatan jaringan.  Trafik tinggi pada jaringan dapat menurunkan performa NFS , begitu juga aktifitas yang tinggi pada storage akan mempengaruhi performa NFS.
Pada NFS client terlihat lambat karena proses membaca dan menulis  pada storage membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika File System yang di ekspor sedang tidak tersedia ketika sebuah client mencoba melakukan mount , sistem dari client akan crash, meskipun permasalahan ini dapat dikurangi dengan menggunakan mount yang spesifik. Dan karena NFS itu tersentralisasi jika storage yang di-mount oleh berbagai client tiba-tiba crash karena suatu sebab , maka tidak akan ada yang dapat mengakses storage tersebut.
NFS juga memiliki permasalahan dalam keamanannya, karena NFS didesain dengan asumsi jaringannya itu aman. Kelemahan utama dari keamanan dari NFS ialah NFS itu berdasarkan RPC , yang tidak lain merupakan target utama dari serangan. Hal ini dapat menyebabkan informasi yang seharusnya tidak di-mount menjadi terekspos di internet yang berada di dalam Firewall maupun diluar.
Meskipun berada di dalam Firewall , menyediakan akses ke seluruh user untuk semua file memberikan  resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang didapat. Oleh karena itu seorang Administrator Sistem harus jeli dalam membatasi akses user dan permission untuk file-file tertentu pada direktori atau file system yang di-mount.  NFS juga memiliki fitur yang berpotensial meningkatkan resiko keamanan. Contohnya jika root user  di suatu client melakukan mount pada NFS export, maka diharapkan root pada client tidak memiliki hak sebagai root pada file system yang di mount. Secara default, NFS telah mencegahnya dengan prosedur yang dinamakan root squashing , namun apabila tidak hati-hati bisa saja seorang Administrator menghapus prosedur tersebut.
 
NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:
  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN)
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
NFS menggunakan arsitektur protokol jaringan berlapis (layered protocol) yang dibuat berdasarkan model referensi jaringan OSI, seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.


Lapisan OSI Protokol NFS
Physical Layer Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Data-link Layer Apa saja (yang digunakan secara umum adalah Ethernet)
Network Layer Internet Protocol (IP)
Transport Layer User Datagram Protocol (UDP) atau Transmission Control Protocol (TCP)
Session Layer Remote Procedure Call (RPC) Protocol
Presentation Layer External Data Representation (XDR) Protocol
Application Layer Network File System (NFS) dan Network Information System (NIS)









NFS diimplementasikan sebagai sebuah sistem client/server yang menggunakan perangkat lunak NFS 


Server dan NFS client yang berjalan di atas workstation. NFS Server akan menggunakan protokol NFS untuk mengekspor sistem berkas yang dimilikinya kepada klien NFS agar dapat dibaca ole klien, seolah-olah sistem berkas remote tersebut merupakan sistem berkas yang dimiliki oleh klien secara lokal.
NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara klien dan server di dalam jaringan. Klien NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada klien. Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS server dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk membaca, menulis, memodifikasi, menghapus berkas dan direktori yang berada di dalam server dengan menggunakan request RPC seperti halnya READ, WRITE, CREATE, dan MKDIR. Berkas dan direktori remote akan seolah-olah terlihat sebagai berkas lokal bagi pengguna. Sebelum dapat mengakses berkas remote di dalam struktur direktori dalam sistem berkas UNIX dari dalam NFS Server, administrator harus melakukan mounting terlebih dahulu bagian dari sistem berkas UNIX lokal yang akan dibuat dapat diakses oleh klien dan menetapkan izin akses terhadap berkas atau direktori.

NFS umumnya digunakan dalam platform-platform UNIX, sementara Windows menggunakan protokol berbagi-berkas yang disebut sebagai Server Message Block (SMB), sehingga dua sistem tersebut aslinya tidak kompatibel satu sama lainnya. Agar dapat saling mendukung, dalam sistem UNIX harus diinstalasikan klien protokol SMB semacam SAMBA atau menginstalasikan klien protokol NFS dalam sistem operasi UNIX, yang dapat diperoleh dari beberapa vendor. Microsoft menyediakan Windows Services for Unix (SFU) yang dapat digunakan dalam sistem operasi Windows 2000 Server, dan Windows Server 2003 sebagai perangkat lunak klien protokol NFS, sehingga menjadikan sistem Windows dapat berinteroperasi dengan sistem NFS dalam sistem operasi UNIX. Selain SFU, beberapa vendor lainnya juga membuat implementasi NFS dalam platform Windows, seperti halnya NetManage dengan ChameleonNFS, Hummingbird International dengan NFS Maestro, dan masih banyak lainnya.

Pengertian dari ssh server pada linux

Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer. Ini terkoneksi, melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman, server dan klien menjalankan server SSH dan SSH program klien secara masing-masing. Protokol spesifikasi membedakan antara dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2.
Aplikasi yang paling terkenal dari protokol ini adalah untuk akses ke akun shell pada sistem operasi mirip Unix, tetapi juga dapat digunakan dengan cara yang sama untuk akun pada Windows. Ia dirancang sebagai pengganti Telnet dan protokol remote shell lainnya yang tidak aman seperti rsh Berkeley dan protokol rexec, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks, membuat mereka rentan terhadap intersepsi dan penyingkapan menggunakan penganalisa paket.  Enkripsi yang digunakan oleh SSH dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman, seperti Internet.

SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH. 123

  • dalam kombinasi dengan SFTP, sebagai alternatif yang aman untuk FTP transfer file
  • dalam kombinasi dengan rsync untuk mem-backup, menyalin dan me-mirror file secara efisien dan aman
  • untuk port forwarding atau tunneling port (jangan dikelirukan dengan VPN yang rute paket antara jaringan yang berbeda atau menyambung dua wilayah broadcast menjadi satu)
  • untuk digunakan sebagai VPN yang terenkripsi penuh. =klien yang mendukung fitur ini
  • untuk meneruskan X11 melalui beberapa host
  • untuk browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan klien SSH yang mendukung protokol SOCKS
  • untuk mengamankan mounting direktori di server remote sebagai sebuah sistem file di komputer lokal dengan menggunakan SSHFS
  • untuk mengotomasi remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme seperti yang dibahas di atas
  • untuk internet unlimited gratis tanpa kuota yang telah di tetapkan oleh operator
 Sumber : https://id.wikipedia.org

Diagram topologi LAN yang menggunakan firewall linux

 Perlunya firewall

Salah satu guideline untuk keamanan firewall, adalah pemilihan topology yang tepat. Penggunaan firewall yang sesuai, pemilihan topology, dan policy tentang keamanan adalah sangat kritis dalam menjamin perlindungan infrastructure jaringan kita dari segala jenis ancaman keamanan jaringan. Firewall yang aman haruslah digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap segala jenis ancaman keamanan dari jaringan publik seperti Internet. Jaringan-2 haruslah diberikan segmentasi jika memerlukan boundary keamanan khusus.

Apa itu firewall?

Suatu firewall adalah suatu system yang mengendalikan aliran traffic antara jaringan-2 dan memberikan suatu mekanisme untuk melindungi hosts terhadap ancaman-2 yang berhubungan dengan jaringan. Perlu diperhatikan bahwa firewall tidak bisa mengendalikan dan juga tidak melindungi traffic yang tidak melewati gerbang keamanan (seperti dial-up modem yang mem-bypass firewall), ataupun ancaman yang berasal dari dalam jaringan private tersebut maupun ancaman dari authorized user. Kenapa tidak bisa mengamankan serangan dari dalam? Yach jelas saja ibaratnya para tentara hanya menjaga pintu gerbang perbatasan sementara ancaman dari dalam bisa saja lebih berbahaya. Berapa banyak pencurian dokumen rahasia oleh karyawan sendiri, jika keamanan dari dalam sendiri malah longgar.
Firewall menjadi system yang aman hanya jika diimplementasikan policy keamanan sesuai dengan rule base nya. Dengan semakin banyak dan beragam nya ancaman dari Internet dan juga kerentanan atau kelemahan system dengan mudah nya di distribusikan ke internet, firewall tidaklah bisa memberikan 100% perlindungan terhadap jaringan anda terhadap segala kemungkinan ancaman.
Sebuah firewall yang tepat dan sesuai haruslah digunakan jika harus terhubung ke jaringan external, jaringan public atau jaringan un-trusted seperti Internet. Hal ini adalah suatu keharusan karena banyaknya ancaman dan juga karena keharusan suatu perlindungan terhadap asset informasi yang ada didalam jaringan private organisasi anda. Suatu zona demiliter (DMZ- De-Militarized Zone) haruslah digunakan untuk memberikan segmentasi jaringan jika memberikan hosting resources kepada public, seperti server layanan Web. Jangan sampai server layanan Web ini ada didalam jaringan internal anda, sangat berbahaya karena bakal banyak pengunjung yang memasuki jaringan anda, wilayah private anda.

Konsep diagram firewall

Perhatikan gambar dibawah ini, hanya traffic yang diijinkan saja (sesuai rule base) yang boleh melewati gerbang firewall, sementara user public hanya bisa mengakses server yang diletakkan pada wilayah DMZ saja, tidak bisa masuk ke wilayah jaringan trusted anda – yaitu jaringan private anda.


Penggunaan firewall internal tidak lah dianjurkan jika hanya akan menghalangi traffic jaringan corporate anda yang justru sangat diperlukan untuk kelangsungan operasional system informasi pada jaringan corporate anda, seperti layanan directory services, layanan domain name – DNS, layanan exchange system. Kalau toch harus dipakai maka haruslah menggunakan rule base yang menjamin layanan-2 kritis operasional corporate tersedia secara global.

Kebutuhan minimum

Kebutuhan minimum mengenai topology firewall adalah sebagai berikut:
  1. Suatu firewall yang tepat dan sesuai haruslah digunakan untuk semua koneksi ke jaringan public atau jaringan external.
  2. Jaringan-2 yang membutuhkan system keamanan yang berbeda haruslah diberikan segmentasi dan dilindungi dengan firewall (missal Internal (trusted) vs. Internet (un-trusted))
  3. Suatu wilayah DMZ diperlukan untuk semua layanan system yang diakses oleh public (jaringan un-trusted). Host yang diakses public ini tidak boleh berada pada wilayah jaringan Internal private anda.
  4. Beberapa wilayah DMZ bisa dipakai untuk memberikan segmen-2 jaringan yang mempunyai zone keamanan yang berbeda atau berdasarkan klasifikasi keamanan yang berbeda.
  5. Semua koneksi firewall secara fisik, harus lah diamankan dan diberikan label yang sesuai dengan standard yang diterapkan keseluruh corporate. Sangat direkomendasikan untuk memakai kabel yang berbeda warna untuk membedakan mana jaringan private, jaringan DMZ, ataupun jaringan public.
  6. Semua firewall yang menghadap ke internet haruslah dikonfigure dimulai dari “deny all” untuk semua traffic kecuali yang di ijinkan secara explicit.
Suatu topology firewall menjamin suatu kemudahan untuk mengidentifikasikan boundary keamanan didalam jaringan dan untuk meng-aplikasikan policy keamanan yang valid (rule base) kepada gerbang keamanan (firewall).

Membuat firewall di Ubuntu server

Topologi untuk percobaan kali ini adalah seperti gambar berikut :

Kasusnya seperti ini :
Pada sebuah jaringan seperti gambar di atas, terdapat 3 host. PC Client, Firewall, dan Web Server. PC Client tidak diperbolehkan untuk melakukan remote ke Firewall. PC Client dan Firewall tidak dapat mengakses HTTP pada Web Server.


Berikut adalah konfigurasinya :
Pertama, atur pengalamatan terlebih dahulu, seperti pada gambar berikut :


 Pengalamatan pada PC Client
Pengalamatan pada Web Server
Pengalamatan pada Router Firewall
Setelah semua host terkoneksi, lakukan pengujian SSH dan HTTP berikut :
:: Lakukan Remote SSH dari PC Client ke Router Firewall

:: Lakukan akses HTTP dari Client dan Router ke Web Server

Dari Client

Dari Router
Jika berhasil, maka saatnya untuk memblokir akses SSH dan HTTP sesuai kasus yang telah disebutkan. Caranya adalah…
Lakukan perintah berikut di Router Firewall :

Lakukan pengujian SSH dan HTTP sekali lagi, jika akses gagal, maka konfigurasi iptables berhasil.

Dengan menggunakan iptables, administrator jaringan dapat mengatur layanan apa saja yang dapat digunakan atau yang dilarang bagi clientnya.



PENGERTIAN FIREWALL
firewall adalah suatu mekanisme untuk melindungi keamanan jaringan komputer dengan menyaring paket data yang keluar dan masuk di jaringan.
Firewall dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras yang ditanam perangkat lunak yang dapat menfilter paket data. Firewall dapat juga berupa suatu sikap yang ditanam dan diajarkan kepada staf IT suatu perusahaan untuk tidak membocorkan data perusahaan kepada perusahaan. Ini untuk mencegah salah satu jenis hacking yaitu social enggeneering.

Jenis-jenis Firewall
1. Personal Firewall
yaitu Firewall yang didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. . Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.

2. Network Firewall yaitu Firewall yang didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan.
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal hal berikut:
  1. Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
  2. Melakukan autentikasi terhadap akses
  3. Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
  4. Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Keuntungan memasang firewall pada jaringan komputer. Ada beberapa keuntungan apabila dalam pemasangan jaringan computer mengunakan firewall,antara lain :
  • Firewall dapat kita gunakan untuk membatasi penggunaan sumber daya informasi
  • Seluruh akses dalam jaringan dapat kita control melalui firewall
  • Firewall dapat kita gunakan untuk mengawasi semua servis yang berjalan
  • Firewall dapat mencatat dan merekam semua kegiatan yang berjalan melewatinya
  • Firewall dapat menerapkan suatu kebijakan sekuriti (security Policy)
  • Firewall dapat mencegah suatu paket yang dirasa mencurigakan oleh sistem
  • Firewall dapat sedikit menghambat pergerakan para penyerang yang mencoba memasuki sistem.
Cara kerja firewall

Packet-Filter Firewall
Pada bentuknya yang paling sederhana, sebuah firewall adalah sebuah router atau komputer yang dilengkapi dengan dua buah NIC (Network Interface Card, kartu antarmuka jaringan) yang mampu melakukan penapisan atau penyaringan terhadap paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan packet-filtering router.

Application Level Firewall
Application level firewall merupakan komponen dari sebuah proxy server. Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati firewall secara langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam komputer yang menjalankan firewall akan meneruskan permintaan tersebut kepada layanan yang tersedia dalam jaringan privat dan kemudian meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada komputer yang membuat permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan publik yang tidak aman.

NAT Firewall
NAT (Network Address Translation) Firewall menyediakan proteksi terhadap sistem yang berada di balik firewall. Tujuan dari NAT adalah untuk melakukan multiplexing terhadap lalu lintas dari jaringan internal , kemudian menyampaikannya kepada jaringan yang lebih luas (MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket tersebut datang dari sebuah alamat IP atau beberapa alamat IP.

Virtual Firewall
Virtual Firewall adalah sebutan untuk beberapa firewall logis yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat firewall lainnya).Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat diproteksi oleh sebuah firewall yang unik yang menjalankan kebijakan keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat. Dengan menggunakan firewall jenis ini, sebuah ISP (Internet Service Provider) dapat menyediakan layanan firewall kepada para pelanggannya, sehingga mengamankan lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu buah perangkat.


Administrator jaringan dapat menambah dan mengurangi saringan yang digunakan pada firewall, antara lain:
  1. Alamat IP – Setiap mesin, tidak hanya komputer, yang terhubung dengan Internet memiliki alamat unik yang dinamakan IP.  Jika sebuah alamat IP terlalu banyak mengirimkan paket data yang mencurigakan, firewall dapat memblokir semua paket data dari alamat IP tersebut.
  2. Nama domain – Semua server di Internet memiliki nama  domain untuk memudahkan kita menghapalnya daripada harus menggunakan sederetan alamat IP, misalnya Anda tentu lebih mudah menghapal nama domain sobatpc.com daripada angka 202.222.22.222, bukan? Firewall dapat memblokir semua akses menuju nama domain tertentu, atau hanya mengizinkan akses kepada beberapa nama domain tertentu.
  3. Protocol – Dalam berkomunikasi, sesama komputer menggunakan jalur-jalur tertentu. Jalur-jalur komunikasi tersebut dikenal dengan nama protokol. Sebagai contoh, untuk berkomunikasi dengan web server, web browser menggunakan jalur HTTP. Firewall dapat menyaring lalu lintas data pada beberapa protokol yang jamak digunakan semisal HTTP, FTP, UDP, ICMP, SMTP, SNMP, telnet, dan lain-lain.
  4. Port – Setiap server menggunakan port-port bernomor untuk menyediakan layanan di Internet. Satu port untuk satu layanan. Sebagai contoh, jika sebuah server menjalankan web server dan FTP server, biasanya web server akan menggunakan port 80, dan FTP server menggunakan port 21. Firewall dapat memblokir akses ke port 21 untuk melarang akses FTP dari dan ke komputer yang dilindunginya.
  5. Kata-kata atau frase tertentu – Firewall dapat memblokir setiap data keluar dan masuk yang mengandung kata atau frase tertentu dengan cara mengendus (sniff) setiap paket data dan mencocokkan setiap kata atau frase yang ada di dalamnya dengan daftar black list. Sebagai contoh, administrator dapat memasukkan kata-kata porn, sex, nude, dan kata-kata berbau pornografi lainnya untuk melarang setiap komputer mengakses website porno.

Perbedaan antara e-mail client dengan e-mail server

Mail server memberikan fasilitas bernama webmail yang memungkinkan Anda mengelola e-mail dari mana saja di seluruh dunia. Yang penting, komputer Anda memiliki akses internet.
            Webmail ini bisa diakses melalui browser seperti Firefox, Internet Explorer, Opera, dan sebagainya. Anda tinggal mengetikkan alamat URL dari webmail tersebut (misalnya http://mail.yahoo.com atau http://mail.google.com), masuk kedalam webmail tersebut dengan login terlebih dahulu.  Anda akan segera bisa melihat pesan-pesan yang masuk di “kotak surat” (inbox) Anda. Ini yang disebut pengelolaan email menggunakan webmail.

Kelebihan Webmail    :
  •   kemampuan untuk diakses dari mana saja di seluruh dunia
  •   Filter spam dapat diset pada setiap account POP/IMAP melalui fasilitas webmail
  •     bisa dibuka di komputer yang berbeda secara langsung tanpa harus mensetting ulang layanan



            Email Client adalah software pengelola e-mail yang bertugas untuk memindahkan pesan-pesan email dari mail server Anda ke harddisk di komputer Anda. Karena tugasnya adalah memindahkan, maka inbox di mail server Anda akan kosong setelah pesan-pesan tersebut masuk ke komputer Anda.
            Ada banyak program email client yang tersedia saat ini, seperti Microsoft Outlook dan Outlook Express, Mozilla Thunderbird, dan masih banyak lagi. Agar email Anda di server bisa diambil dengan sukses oleh program e-mail client, Anda harus mengatur setting untuk POP3 dan SMTP account pada program email client.
            Untuk POP3 account biasanya bersifat fixed, tidak bisa diubah-ubah. Jika Anda menggunakan account e-mail CBN misalnya, maka POP3 accountnya adalah pop.cbn.net.id. Sedangkan SMTP account biasanya lebih fleksibel, karena tergantung dari ISP yang Anda gunakan. Misalnya Anda menggunakan account email gratisan dari hotpop.com. Anda bisa menggunakan SMTP account-nya hotpop.com (smtp.hotpop.com), atau SMTP dari ISP Anda (untuk CBN, SMTP account-nya adalah smtp.cbn.net.id).
            Kelebihan Email Client           :
  •             Meminimalisir penggunaan internet
  •             Bisa membaca dan menulis email secara offline
  •             Proses pembacaan pesan sangatlah gampang, dgn menggunakan fasilitas Auto Prieview
  •          Pesan-pesan e-mail Anda telah berpindah dari mail server ke komputer pribadi Anda sehingga tidak perlu khawatir tentang kuota


Cara management DHCP pada Ubuntu Server

Langkah Pertama, buka Terminal lalu ketik :



# sudo su 

selanjutnya, pastikan file DHCP-Server di letakkan di Desktop, install file DHCP dengan cara masuk ke direktory, caranya sebagai berikut :

# cd Desktop/
# cd DHCP3-Server
# dpkg -i *.deb

Tunggu sampai proses install DHCP-Server selesai, di bawah ini adalah gambar yang menandakan proses install telah selesai :





 Langkah Kedua, jika langkah pertama sudah dilakukan, selanjutnya melakukan pengeditan dan menambahkan pada file "dhcpd.conf" agar berfungsi sebagai server dhcp, ketik di Terminal :


# cd /etc/dhcp3
# gedit dhcpd.conf

 selanjutnya ketik seperti gambar di bawah ini :


lalu Simpan.

Langkah Ketiga, menentukan interface yang digunakan untuk dhcp-server, caranya ketik di Terminal :


# gedit /etc/default/dhcp3-server

selanjutnya tambahkan interfaces="eth1", untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :



 lalu Simpan.

Langkah Ketiga, menentukan interface yang digunakan untuk dhcp-server, caranya ketik di Terminal :


# gedit /etc/default/dhcp3-server

selanjutnya tambahkan interfaces="eth1", untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :




Klik Network and Internet Connections


Klik Network Connections.


Lalu klik kanan Icon Local Area Connections, pilih Properties.


 Pilih Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik Properties.


Pada Tab General, pilih Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address automatically, lalu OK.



Di bawah ini adalah gambar bahwa client server sudah di konfigurasi, lihat pada Network Connections Details :